b_300_200_16777215_00_images_news_BI.png

Pada tanggal 6 Agustus 2015 yang lalu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kota Pontianak sepakat untuk mendorong program elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah serta mendukung terciptanya kawasan non-tunai di Pontianak. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara kedua pihak yang juga bertujuan mendorong seluruh perbankan maupun Satker/BUMD di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak untuk mengimplementasikan pembayaran secara elektronik (e-payment).

Acara dibuka oleh Walikota Pontianak Bp. Sutarmidji dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Bp. Dwi Suslamanto. Dalam sambutannya, Walikota Pontianak bermimpi suatu hari nanti seluruh transaksi di Pontianak bisa dilakukan secara elektronik bahkan sampai di pasar-pasar tradisional. Maka itu dirinya berharap semua pihak mau ikut mendorong terwujudnya mimpi tersebut. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat menambahkan bahwa penerapan transaksi elektronik/non-tunai tidak hanya dapat dilakukan oleh konsumen dan entitas bisnis saja, namun juga dapat diterapkan pada seluruh transaksi pemerintah baik itu penerimaan maupun pengeluaran. Dirinya juga mengapresiasi Pemerintah Kota Pontianak yang serius dalam mendukung program ini.

Penandatanganan Nota Kesepahaman juga dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama pembayaran Pajak Bumi & Bangunan (PBB) secara elektronik antara Dispenda Kota Pontianak dan Bank Kalbar, serta Perjanjian Kerjasama pembayaran tagihan air bersih secara elektronik antara PDAM Kota Pontianak dan BRI Cabang Pontianak.

Baik pihak Dispenda maupun PDAM Kota Pontianak telah merasakan manfaat langsung dari penerapan pembayaran secara elektronik, salah satunya yaitu menekan potnesi kebocoran pendapatan. Nilai transaksi pembayaran PDAM Kota Pontianak pada tahun 2015 diperkirakan akan naik 20,26% (yoy), meningkat signfikan dari tahun sebelumnya yang hanya naik 12,79% (yoy). Proyeksi ini salah satunya didasari oleh optimisme PDAM Kota Pontianak yang mulai menerapkan pembayaran tagihan PDAM secara non-tunai pada tahun 2015 ini. Selain itu realisasi penerimaan PBB Kota Pontianak pada tahun 2014 yang lalu adalah sebesar 64,47% dari potensi penerimaan sebenarnya. Persentase ini terus menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam dua tahun terakhir semenjak diterapkannya pembayaran PBB secara non-tunai.

Berbarengan dengan kegiatan tersebut juga diselenggarakan talkshow bertajuk “Nikmati Kemudahan dengan Bertransaksi Secara Elektronik”. Acara ini bertujuan untuk memperluas kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai layanan transaksi keuangan secara elektronik karena dihadiri oleh seluruh SKPD dan Lurah se-Kota Pontianak, Tokoh Masyarakat, Media dan Mahasiswa. Hadir sebagai pembicara dari PEKI Ibu Agustina Dharmayanti, Bank Kalbar, BRI Cabang Pontianak dan bintang tamu Cak Lontong.

Suasana talkshow menjadi riuh ketika sang bintang tamu Cak Lontong menyampaikan pandangannya sebagai konsumen terhadap transaksi secara eletronik. Dengan gayanya yang khas, dirinya menceritakan pengalaman-pengalaman dalam memanfaatkan pembayaran tunai dalam kegidupan sehari-hari, mulai untuk belanja sampai bayar tarif tol. Dirinya yakin bahwa dalam beberapa tahun kedepan, pembayaran non-tunai sudah akan dimanfaatkan masyarakat secara luas karena memiliki banyak kelebihan.

Dirinya bahkan meyakini bahwa kedepannya transaksi non-tunai bukan hanya untuk pembayaran PDAM dan Pajak saja tapi bisa untuk belanja Pasar Batu Akik yang ada di Pontianak. Riuh tawa peserta pun langsung memenuhi ruangan. Cak Lontong mengaku dirinya memang gemar mengoleksi batu akik. Selepas acara talkshow dirinya menyempatkan untuk berbelanja di Pasar Batu Akik Pontianak yang terkenal itu. Sambil berbelanja, ia pun tak lupa mempromosikan uang elektronik kepada para pedagang batu akik. “Bapak-bapak nanti bisa kerjasama dengan bank biar nanti belanja batu akik bisa pakai non-tunai. Tapi jangan sampai salah, kalau batu akik itu kan digosok-gosok, nah kalau kartu ini cukup digesek sekali saja ya”. Spontan saja para pedagang batu akik terkekeh-kekeh mendengarnya.

Sumber : http://kpwbiprovkalbar.blogspot.co.id/