Ada yang berbeda dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di KPw BI Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada 22 Desember 2015. Acara yang dirangkai dengan Outlook Ekonomi Kalimantan Barat 2016 ini diawali dengan pertunjukan Tari Tiga Etnis yang disajikan Komunitas GenBI Kalimantan Barat. Tak ayal acara pun menjadi kental sekali dengan nuansa toleransi dan sinergi. Hal ini memang sejalan dengan tajuk “Sinergi Untuk Percepatan Transformasi” yang menjadi tema acara.

ptbi1

Tari Tiga Etnis merupakan tarian khas Kalimantan Barat yang mencerminkan tingginya nilai toleransi dan sinergi di tengah kemajemukan masyarakat Kalimantan Barat. Tarian ini terdiri dari tiga unsur yaitu tarian khas Dayak dengan pakaian tradisionalnya, tarian Melayu dengan kostum belanga-nya, dan tarian Tionghoa dengan ornamen orientalnya. Uniknya, ketiga tarian ini tidak dilakukan satu per satu, melainkan bersamaan. Sinergi tiga unsur tersebut justru menciptakan sebuah harmonisasi gerakan yang indah, dan bukan justru saling bertabrakan meskipun koreografinya berbeda-beda.

Acara yang digelar di Aula Keriang Bandong KPw BI Provinsi Kalimantan Barat tersebut dihadiri tak kurang dari 350 tamu undangan antara lain Forkominda, Pemerintah Daerah, Legislator, Perbankan, Lembaga Keuangan Non-Bank, Instansi Vertikal, Akademisi, Pelaku Usaha, Asosiasi, LSM serta Media. Antusiasme ini menunjukkan komitmen pemangku kepentingan serta pelaku ekonomi di Kalimantan Barat untuk bersinergi dalam memperjuangkan tujuan bersama yaitu perekonomian Kalimantan Barat yang semakin kuat dan mandiri.

 ptbi2

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat, Dwi Suslamanto memaparkan bahwa di tengah perlambatan ekonomi global dan domestik, penting untuk menjaga kestabilan perekonomian yang menjadi prasyarat pertumbuhan yang berkesinambungan. Oleh karena itu sinergi kebijakan antara para pemangku kepentingan serta pelaku ekonomi amatlah vital dalam menjaga kestabilan ekonomi Kalimantan Barat. “Kebijakan itu harus bersinergi dan tidak bisa berdiri sendiri, jadi perlu dikoordinasikan dan diselaraskan antar pemangku kepentingan baik di tingkat pusat, daerah, maupun antara pusat dengan daerah” tambahnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa tantangan dalam spektrum perekonomian global dan domestik turut pula membayangi prospek pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada tahun 2016 mendatang. Meski demikian, dengan optimisme ekonomi nasional yang semakin kuat, diperkirakan perekonomian Kalimantan Barat dapat tumbuh membaik pada kisaran 4,74–5,24% di tahun 2016. Beberapa langkah konkret dalam mendukung transformasi struktural seperti pengoperasian pabrik pengolahan mineral serta pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri juga diharapkan mampu menjadi mesin pendorong pertumbuhan pada 2016.

ptbi3

Di kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis MH menyampaikan bahwa perbankan dan dunia usaha harus optimis memandang tahun 2016. Pemerintah telah menempuh beberapa langkah kebijakan untuk menggenjot ekonomi salah satunya dengan percepatan berbagai proyek infrastruktur, percepatan serapan anggaran, serta berbagai kebijakan lain. Menurutnya ada dua kondisi yang dapat mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2016, yaitu situasi iklim dan situasi keamanan yang stabil. “Bila semua pihak bersama-sama memelihara lingkungan serta menjaga keamanan dan ketertiban, saya yakin pertumbuhan ekonomi tahun 2016 bisa lebih tinggi dari tahun 2015” ungkapnya.

Selanjutnya Gubernur Kalimantan Barat juga berjanji untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai sektor unggulan Kalimantan Barat dan menargetkan provinsi ini bisa berswasembada pangan mengingat potensi lahan garapan yang masih sangat luas. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada neraca perdagangan karena tak perlu lagi impor bahan pangan. Tak lupa dirinya berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah turut membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendorong program ketahanan pangan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

ptbi4

Dengan adanya komitmen semua pihak untuk saling bersinergi, bukan tak mungkin akan tercipta perekonomian yang berkesinambungan dan harmonis di Bumi Khatulistiwa sebagaimana jiwa dan semangat yang terkandung dalam dalam Tari Tiga Etnis. Semoga.