b_300_200_16777215_00_images_Picture2.jpg

Sejak tahun 2014, rata-rata inflasi Kota Pontianak tercatat lebih tinggi daripada rata-rata inflasi nasional. Tingginya inflasi Kota Pontianak ternyata lebih didominasi oleh faktor kejutan (shock) yang bersumber dari kelompok bahan pangan yang harganya bergejolak dan barang-barang yang harganya diatur Pemerintah. Melihat kondisi inflasi seperti itu, TPID Kota Pontianak berupaya melakukan beberapa langkah pengendalian, salah satunya menggunakan analisis kuadran manajemen risiko inflasi. Berdasarkan analisis kuadran tersebut, salah satu komoditas utama dengan intensitas tinggi menjadi penyumbang inflasi Kota Pontianak selama tahun 2012-2014 adalah bawang merah.

Kebutuhan bawang merah di Kota Pontianak sendiri, berdasarkan perkiraan Dinas Perindagkop UKM Kota Pontianak, per bulan mencapai 165,7 ton. Di sisi lain, data Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2014 menyebutkan bahwa tidak terdapat produksi bawang merah secara masif di salah satu provinsi terluar ini sehingga kebutuhan bawang merah sangat tergantung oleh pasokan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Melihat besarnya ketergantungan pasokan bawang merah di Kota Pontianak dari daerah lain, TPID segera mengambil langkah inovatif untuk mengatasi hal ini. Kerja sama perdagangan antardaerah menjadi alternatif solusinya. Penjajakan dengan Kabupaten Probolinggo sebagai salah satu daerah sentra bawang merah di Jawa Timur mulai dilakukan di awal Agustus 2015. Kendati jumlah produksi bawang merah Kabupaten Probolinggo masih lebih rendah dibandingkan daerah sentra lainnya seperti Kabupaten Brebes tetapi kabupaten yang terletak di kaki Gunung Bromo ini tercatat sudah mengalami surplus bawang merah dengan kualitas yang bersaing dengan produsen lainnya. Kriteria kualitas dimaksud adalah daya tahan bawang merah, bentuk, warna, serta aroma bawang merah yang lebih menarik daripada bawang merah dari daerah produsen lain. Disamping itu, TPID Kabupaten Probolinggo juga memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan jalinan kerjasama perdagangan dengan tujuan untuk mensejahterakan petani di wilayahnya.

Picture1

Setelah melewati berbagai tahap negosiasi yang cukup seru, akhirnya pada tanggal 23 Desember 2015 lalu, TPID Kota Pontianak dan TPID Kabupaten Probolinggo sudah sah mengikatkan diri pada Kesepakatan Bersama Kepala Daerah dan Perjanjian Kerja Sama Kepala Dinas. Penandatanganan Kesepekatan Bersama dilakukan secara terpisah oleh Walikota Pontianak dan Bupati Probolinggo. Sementara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan secara bersama-sama antara Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pontianak dan Kepala Dinas Perindag Kabupaten Probolinggo yang disaksikan oleh Wakil Bupati Probolinggo seraya meresmikan rest area Cemoro Lawang tepat di kaki Gunung Bromo. Tindaklanjut dari kerja sama antardaerah ini adalah pengiriman perdana bawang merah ke Kota Pontianak pada awal tahun 2016 sembari menunggu datangnya musim panen di Kabupaten Probolinggo.