DSC 3185

Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalbar (Selasa, 1/3/2016) bersama Dinas TPH Provinsi Kalbar menggelar panen raya Padi Metode Hazton di Desa Peniraman Kabupaten Mempawah dan dihadiri oleh Gubernur Kalbar, didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Barat. Selain itu turut hadir Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI Muhrizal Sarwani, Kasdam XII Tanjungpura dan Wakil Bupati Mempawah serta puluhan petani yang sejak pagi menanti kehadiran Gubernur Kalbar.
Metode tanam Hazton merupakan metode penanaman yang dikembangkan oleh Dinas TPH Provinsi Kalbar pada Tahun 2013 dimana dalam satu lubang tanam menggunakan 20-30 bibit/anakan. Sejak awal dilakukannya riset dan uji coba pada tahun 2013, Distan TPH Kalbar telah mendapat dukungan penuh dari KPwBI Kalbar melalui wadah TPID Provinsi Kalimantan Barat.
Kepala KPwBI Provinsi Kalbar Dwi Suslamanto dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa pada awalnya para petani memang sulit untuk dapat menerima metode ini karena ketidakpercayaan petani dengan penerapan metode tersebut, namun dengan adanya bukti bahwa petani di desa Peniraman tersebut berhasil menghasilkan padi yang baik dengan produktivitas yang lebih tinggi dari biasanya melalui metode Hazton, termasuk perluasan lahan dari awal sebesar 25 Ha menjadi 200 Ha, kini metode tersebut menjadi percontohan di beberapa daerah, bahkan di luar Kalbar. Dan, BI telah mendukung pengembangan metode ini melalui pemberian bantuan untuk pembangunan lantai jemur padi, gudang beras dan mesin RMU. Pada akhirnya, Kepala KPwBI Provinsi Kalbar berharap agar Gapoktan Nekat Maju selanjutnya dapat bersaing di tingkat nasional.
Dalam kesempatan itu, Rokib salah seorang petani memberikan testimoni bahwa produktivitas padi di lahannya meningkat dua sampai tiga kali lipat dari sebelumnya dengan menggunakan metode Hazton. Hal ini juga otomatis menambah penghasilan bagi petani dengan kisaran kasar pendapatan kotor selama 3 bulan yang mencapai Rp 40 juta. "Alhamdulillah Hazton luar biasa dan hasilnya memang berton-ton," ujarnya.

panen 3
Seusai panen secara simbolis, Gubernur Kalbar Cornelis, memberikan motivasi serta masukan bagi warga Peniraman agar tidak minder menjadi petani karena menurutnya petani merupakan pekerjaan yang mulia, dan Desa Peniraman sudah bisa menjadi percontohan untuk desa-desa di daerah lain dalam bidang pertanian. Oleh karena itu, orang nomor satu di Kalbar tersebut menyampaikan agar petani Kalbar harus dapat bertani dengan baik, mengingat Pulau Jawa sudah tidak bias diandalkan karena lahan pertaniannya semakin berkurang. Terlebih luas wilayah Kalbar yang mencapai 1,5 kali pulau Jawa. Beliau juga menekankan agar anak muda jangan malu bertani. Dengan teknologi yang baik, pikiran positif serta bimbingan pemerintah maka diharapkan tidak diperlukan import beras dari negara lain lagi, yang pada akhirnya menuju kepada Swasembada Pangan bagi provinsi Kalbar.
Melengkapi acara dimaksud, Gubernur Kalbar juga melakukan dialog langsung dengan warga yang hadir pada acara tersebut, yang menyampaikan keluh kesah terutama mengenai permasalahan infrastruktur pertanian dan bantuan pemasaran hasil panen mereka. Atas keluh kesah tersebut, Cornelis meminta dinas terkait untuk turun dan mengecek kondisi di lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut dan berjanji untuk menganggarkan pemberian bantuan (apabila memenuhi persyaratan kelayakan) pada tahun 2017 untuk perbaikannya.
Selanjutnya, acara panen padi Metode Hazton di Desa Peniraman Kabupaten Mempawah ini diakhiri dengan penyerahan simbolis bantuan alat ubinan oleh pemerintah provinsi Kalimantan Barat kepada para petani.