dwi suslamanto 20170215 171914

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Untuk menjaga stabilitas harga menjelang ramadan dan lebaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalbar mempersiapkan sejumlah langkah.

Hal ini kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan selalu dilakukan menghadapi ramadhan dan Idul Fitri untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil.

"Agar harga terjangkau masyarakat kita melakukan berbagai upaya. TPID dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar berkomitmen menjaga stabilitas harga beras. Upaya yang dilakukan salah satu upaya yang terus didorong hingga saat ini adalah produktivitas pangan," ulang Dwi pada Selasa (2/5/2017).

Dwi mengatakan masalah mendasar yang dihadapi adalah kegiatan hari besar keagamaan itu mendorong pembentukan harga tanpa berbasis fundamental komoditasnya.

"Hal tersebut yang akan TPID jaga sehingga mempersiapkan sejumlah langkah baik itu jangka pendek maupun jangka panjang," ujarnya.

Dwi menjelaskan langkah jangka pendek yang dipersiapkan dari berbagai pihak yang tergabung di TPID seperti mendorong ketersediaan kebutuhan pokok dalam jumlah memadai.

Menurutnya, faktor ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat itu berpengaruh besar terhadap pembentukan harga.

"Saat permintaan masyarakat tinggi namun stok aman maka tidak ada alasan pelaku ekonomi untuk mempermainkan harga. Makanya kita mendorong produktivit 

Ia menambahkan selain stok aman, tidak kalah penting adalah menjaga jalur distribusi barang agar tetap lancar. Dengan arus barang lancar maka proses jual beli tidak terkendala.

Dwi melanjutkan penindakan terhadap pelaku penyimpangan seperti penimbunan barang dan lainnya oleh pihak berwajib juga akan digalakkan.

"Untuk jangka pendek kita juga akan mengadakan pasar murah jika memang ada permintaan kebutuhan pokok naik. Strategi kita pasar murahnya di pinggiran pusat kota atau sekitarnya untuk mencegah warga berbondong-bondong berbelanja di kota. Kalau berbondong - bondong ke kota itu bisa mendorong harga naik," jelasnya.

Penindakan tegas kata Dwi penting dilakukan agar membuat jera dan mencegah oknum pencari keuntungan lainnya.

"Dengan mamaksimalkan upaya jangka pendek itu, kita optimistis harga kebutuhan pokok bisa terjangkau. Meskipun tidak kita pungkiri dengan banyaknya permintaan sedikit banyaknya berdampak pada kenaikan harga namun tetap terkendali," ujarnya.

Sementara langkah jangka panjang untuk menjaga harga barang dan inflasi daerah terkendali, hal yang dilakukan TPID yakni dengan penguatan dan produtivitas pangan daerah. Hal itu, menurutnya, sesuai arahan dan harapan Presiden Jokowi.

"Untuk di Kalbar sendiri langkah penguatan produksi pangan yakni dengan pengembangan Teknologi Hazton dalam bercocok tanam padi. Kemudian ada juga melakukan kerja sama antara daerah satu dengan daerah lainnya dalam mengatasi kekurangan stok kebutuhan pokok di daerah tersebut," katanya.

sumber : Tribun Pontianak - http://pontianak.tribunnews.com/2017/05/02/jelang-ramadan-ini-upaya-tpid-kendalikan-inflasi?page=2